Mahasiswa Magister Matematika UNAIR Jadi Presenter di IFAC World Congress 2026 Busan

Surabaya – Delegasi mahasiswa Program Magister Matematika, Departemen Matematika, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga (UNAIR) berpartisipasi aktif dalam IFAC World Congress 2026 yang digelar di BEXCO, Busan, Korea Selatan, pada 23 Agustus 2026. Konferensi internasional ini diselenggarakan oleh International Federation of Automatic Control (IFAC), federasi dunia di bidang kontrol otomatis.

Ida Riyawati (Magister Matematika UNAIR) saat mempresentasikan penelitiannya di IFAC World Congress 2026, Busan.

Konferensi Unggulan Tiga Tahunan IFAC

IFAC World Congress merupakan acara unggulan IFAC yang diadakan setiap tiga tahun sekali dan diikuti ribuan peserta dari berbagai negara. Forum ini menjadi salah satu pertemuan ilmiah paling bergengsi di dunia yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan mahasiswa dari beragam disiplin ilmu dan perguruan tinggi.

Kongres tahun ini mengangkat berbagai topik penelitian multidisiplin, mulai dari kontrol otomatis dan penerapannya di bidang teknik dan sains, hingga dampak teknologi kontrol terhadap masyarakat.

Presentasi Riset Pemodelan Matematika

Pada IFAC World Congress 2026, mahasiswa UNAIR tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga tampil sebagai presenter dalam sesi oral. Delegasi tersebut adalah Ida Riyawati, mahasiswa Program Magister Matematika, bersama dosen pembimbingnya, Prof. Fatmawati, M.Si. Keduanya mempresentasikan karya ilmiah pada subtema matematika, khususnya bidang pemodelan matematika.

Dalam sesi oral, hasil penelitian dipaparkan di hadapan peserta dari berbagai negara, sehingga turut berkontribusi pada pengembangan riset di tingkat global.

Komitmen Internasionalisasi Departemen Matematika UNAIR

Partisipasi ini menjadi wujud nyata komitmen Universitas Airlangga, khususnya Magister Matematika, dalam mendorong mahasiswa pascasarjana untuk aktif di kancah ilmiah internasional. Melalui forum seperti IFAC World Congress 2026, mahasiswa memperoleh pengalaman presentasi akademik di tingkat global sekaligus belajar berinteraksi dalam komunitas ilmiah lintas negara, budaya, dan bidang keilmuan.

Kegiatan ini juga merupakan bagian dari strategi penguatan internasionalisasi pendidikan tinggi, sekaligus mendorong mahasiswa meningkatkan kualitas penelitian dan kesiapan menghadapi tantangan akademik maupun profesional di tingkat global.