Sinergi Matematika dan Kesehatan: Focus Group Discussion “Non-Communicable Disease dan Machine Learning”

Pada hari Kamis, 5 Februari 2026 mahasiswa dari Program Studi Magister Matematika, Departemen Matematika, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Airlangga mengikuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang di selenggarakan oleh SMiLeS Research Group, FST UNAIR. Kegiatan ini berlangsung di Southern Hotel dan menjadi salah satu pertemuan ilmiah yang mempertemukan akademisi, praktisi, peneliti, serta mahasiswa Magister Matematika UNAIR.

Kegiatan ini mengangkat topik penelitian multidisiplin yang mengintegrasikan keilmuan Matematika, Statistika, dan Ilmu Komputer dengan bidang Kesehatan, khususnya dalam pengembangan model Machine Learning untuk analisis, pemodelan, dan prediksi Non-Communicable Disease sebagai bagian dari pendekatan kesehatan komputasional modern. Pada forum ilmiah ini, mahasiswa Magister Matematika Universitas Airlangga berperan aktif dalam mengeksplorasi pendekatan kuantitatif dan komputasional untuk pemodelan Non-Communicable Disease melalui diskusi mendalam dan kolaboratif. FGD ini menjadi ruang intelektual yang mendorong integrasi matematika, data science, dan kesehatan dalam pengembangan penelitian berbasis Machine Learning.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu:

  1. Langgeng Agung Waskito, Ph.D. (Departemen Fisiologi dan Biokimia Medis), yang menyampaikan pemaparan komprehensif mengenai Non-Communicable Disease, termasuk penyakit jantung dan berbagai penyakit kronis lainnya. Materi yang disampaikan mencakup faktor risiko, mekanisme fisiologis, dampak jangka panjang terhadap kualitas hidup, serta urgensi pendekatan preventif dan berbasis data dalam pengendalian penyakit tidak menular.
  2. Rischan Mafur, Ph.D. (School of Computer, Data, and Mathematical Science, Western Sydney University Indonesia), yang membahas konsep dasar hingga penerapan Machine Learning dalam pengolahan data. Pemaparan mencakup pengembangan model prediktif, analisis data skala besar, serta peluang integrasi metode komputasional dalam mendukung diagnosis, klasifikasi risiko, dan pengambilan keputusan berbasis data.

 

Kegiatan berlangsung dalam format diskusi terarah yang interaktif dan kolaboratif. Mahasiswa Magister Matematika Universitas Airlangga tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga berperan aktif dalam menyampaikan pandangan ilmiah, mengajukan pertanyaan kritis, serta mengeksplorasi berbagai pendekatan pemodelan matematis dan algoritma Machine Learning yang relevan dengan permasalahan kesehatan masyarakat. Diskusi berkembang secara dinamis, mencakup tantangan ketersediaan dan kualitas data kesehatan, kompleksitas sistem biologis dalam pemodelan matematis, hingga validasi dan interpretabilitas model berbasis kecerdasan buatan.

Interaksi antara narasumber dan peserta menghasilkan pertukaran gagasan yang konstruktif serta memperkaya perspektif multidisiplin. Forum ini sekaligus menjadi ruang intelektual untuk memperkuat integrasi antara matematika komputasional, data science, dan ilmu kesehatan dalam menghasilkan riset inovatif yang aplikatif dan berdampak nyata.

Melalui penyelenggaraan FGD ini, diharapkan terbangun kolaborasi akademik yang berkelanjutan, peningkatan kapasitas penelitian mahasiswa, serta kontribusi konkret dalam pengembangan solusi berbasis data untuk penanganan Non-Communicable Disease. Kegiatan ini juga menegaskan komitmen Program Studi Magister Matematika Universitas Airlangga dalam mendukung penguatan riset multidisiplin dan kolaborasi di era transformasi digital dan kesehatan berbasis teknologi.